Oleh: fkthldeptankabbone | Februari 19, 2010

azolla sebagai pupuk organik alternatif

Unsur hara atau nutrien tanaman, merupakan unsur-unsur kimia yang berbentuk ion, molekul, senyawa atau larutan. Secara alami, unsur-unsur hara tersebut terdapat dan tersedia di dalam tanah dan diserap oleh tanaman melalui akarnya dalam bentuk ion atau larutan. Namun, ada beberapa unsur hara dapat juga diberikan dan diserap tanaman lewat daunnya. Kekurangan unsur hara tersebut mudah diperbaiki dengan cara pemupukan.
Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah jika diberikan secara proporsional dan jika diberikan tidak proporsional maka akan menyebabkan terjadinya degradasi lahan pertanian. Di indonesia setelah revolusi hijau kebanyakan petani menyukai menggunakan pupuk buatan sehingga membuat mereka ketergantungn terhaadap pupuk buatan/anorganik, sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian, ketika terjadi kelangkaan pupuk dan harga pupuk naik karena subsidi pupuk dicabut
Untuk tetap mempertahankan pertanian tetap berkelanjutan maka pupuk hayati dan pupuk organik merupakan solusi yang tepat untuk mensubtitusi pupuk anorganik.
Azolla merupakan sumber bahan organik alternatif yang bisa digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan produksi tanaman padi atau dengan kata lain azolla dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber N alternatif untuk padi sawah. Dimana Pupuk organik azolla tidak seluruhnya habis diserap tanaman dalam suatu periode tanam, denan demikian residu kompos azolla masih bermanfaat bagi tanaman beikutnya Azolla merupakan jenis tumbuhan paku air yang mengapung banyak terdapat di perairan yang tergenang terutama di sawah-sawah dan di kolam, mempunyai permukaan daun yang lunak mudah berkembang dengan cepat dan hidup bersimbosis dengan Anabaena azollae yang dapat memfiksasi Nitrogen (N2) dari udara.

Pada kondisi optimal Azolla akan tumbuh baik dengan laju pertumbuhan 35% tiap hari Nilai nutrisi Azolla mengandung kadar protein tinggi antara 24-30%. Kandungan asam amino essensialnya, terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat jagung, dedak, dan beras pecah (Arifin, 1996) dalam Akrimin 2002.
Tanaman Azolla Sp. memang sudah tidak diragukan lagi konstribusinya dalam mempengaruhi peningkatan tanaman padi. Hal ini telah dibuktikan dibeberpa tempat dan beberapa negara. Konstribusi terbesar azolla adalah dengan menjaga hasil panen tetap tinggi. Meskipun penggunaannya sebagai pupuk hijau pada tanaman padi masih dilakukan di China dan Vietnam, dengan adanya peningkatan biaya tenaga kerja , membuatnya kurang diminati.
Adapun Kegunaan azolla adalah:
~Sumber N dapat mengganti pupuk urea sampai 100 kg
~Pakan ternak/hijauan, pakan ikan, terutama ayam dan itik
~Menekan pertumbuhan gulma
~Tanaman hias
~Kontrol terhadap perkembangan nyamuk

Azolla mempunyai beberapa spesies, antara lain Azolla caroliniana, Azolla filiculoides, Azolla mexicana, Azolla microphylla, Azolla nilotica, Azolla pinnata var. pinnata, Azolla pinnata var. imbricata, Azolla rubra.
suatu penelitian internasional di mana Indonesia (Batan) ikut terlibat yang diseponsori oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA-Wina) menggunakan 15N menunjukkan bahwa Azolla yang bersimbiosis dengan Anabaena azollae dapat memfiksasi N2-udara dari 70 – 90%. N2-fiksasi yang terakumulasi ini yang dapat digunakan sebagai sumber N bagi padi sawah.
Lapisan Azolla di atas permukaan lahan sawah dapat menghemat penggunaan urea sebesar 50 kg urea/ha, kadangkala bila musim sangat baik Azolla dapat menghemat sampai dengan 100 kg urea/ha.
Perbanyaka azolla bisa dilakuka secara vegetatif dan generatif. Salah satu Perbanyakan azolla adalah dgn cara disebar sebanyak 200kg/ha bibit azolla pada sawah sebelum pengolahan tanah dan kondisi lahan telah tergenang air. Aetelah 25 hari akan diperoleh azolla sebanyak 20 ton/ha dengan kandungan 40 kg N/ha.azolla dibenamkan ke dalam tanah sewaktu pengolahan tanah.
Adapun Cara Menggunakan Azolla pada lahan persawahan :
1. Tebar Azolla bersamaan atau 1 minggu sebelum padi di bibit
2. Setelah lapangan penuh dengan Azolla, lahan dibajak agar Azolla terbenam
3. Selanjutnya dilakukan penaman padi dan Azolla yang tidak terbenam dibiarkan tumbuh.
Selain dalam bentuk segar, azolla bisa juga dalam bentuk kering dan kompos. Dalam bentuk kompos ini, azolla juga baik untuk media tanam aneka jenis tanaman hias mulai dari bonsai, suplir, kaktus sampai mawar. Untuk media tanaman hias, selain digunakan secara langsung, kompos azolla ini juga bisa dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3 : 1 : 1.
Untuk membuat kompos azolla, caranya cukup mudah. Buat saja lubang ukuran (P x L x D) 3 x 2 x 2 meter. Kemudian azolla segar dimasukkan ke dalam lubang. Seminggu kemudian azolla dibongkar. Untuk mengurangi kadar air menjadi 15 persen, azolla yang sudah terfermentasi tersebut lantas dijemur. Setelah agak kering, baru dikemas dalam kantong plastik atau langsung digunakan sebagai media tanam.

Iklan

Kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia sejak PELITA I telah berhasil meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia. Kalau pada awal pelita I (1968) pendapatan per kapita bangsa Indonesia hanya US$ 70, maka tahun ketiga pelita IV (1997) telah melebihi US$ 1150. Akan tetapi krisis ekonomi dan moneter pada 1998 mengakibatkan pendapatan per kapita turun lagi menjadi US$ 735. Krisis juga mengakibatkan jumlah penduduk miskin kembali meningkat pada tahun 1999 (Sinukaban, 2008).
Faktor-faktor yang menyebabkan mereka ini miskin dan kekurangan makanan antara lain karena produktivitas lahan yang rendah, lahan pertanian yang semakin sempit, harga hasil pertanian yang rendah, kesempatan kerja di luar usaha tani atau pendapatan di luar usaha tani sangat terbatas dan pengelolaan lahan kering yang kurang sesuai dimana tidak hanya menurunkan produktivitas lahan tetapi juga meningkatkan erosi yang pada akhirnya menyebabkan lahan tidak produktif atau lahan kritis.
Penduduk Indonesia yang secara langsung penghasilannya dari kegiatan usaha tani pertanian sebesar 48,5% yang tersesebar di lebih kurang 76.000 desa. Petani yang mempunyai lahan sendiri sebanyak 70%, sedangkan yang tidak mempunyai lahan sendiri sebanyak 30%. Petani yang mempunyai lahan sendiri sebagian besar (51%) luas lahannya di bawah 0,5 hektar (Anonim, 2009).
Pendekatan sistem pertanian berkelanjutan adalah pendekatan sistem pertanian yang mengintegrasikan agrotekhnologi baru ke dalam sistem pertanian yang telah ada dengan tujuan untuk meningkatkan. Kualitas kehidupan (quality of life). Dimana untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan suatu pendekatan pertanian berkelanjutan yang bersifat pro aktif, berdasarkan pengalaman dan partisipatif.
Sistem pertanian berkelanjutan dapat dilaksanakan dengan menggunakan empat macam model sistem, yaitu sistem pertanian organik, sistem pertanian terpadu, sistem pertanian masukan luar rendah, dan sistem pengendalian hama terpadu.(Salikin, 2003)
Konsep sistem pertanian terpadu adalah mengkombinasikan berbagai macam spesies tanaman dan hewan dan penerapan beraneka ragam teknik untuk menciptakan kondisi yang cocok untuk melindungi lingkungan juga membantu petani menjaga produktivitas lahan mereka dan meningkatkan pendapatan mereka dengan adanya diversifikasi usaha tani.
Pertanian terpadu merupakan sistem pertanian yang selaras dengan kaidah alam, yaitu mengupayakan suatu keseimbangan di alam dengan membangun suatu pola relasi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan di antara setiap komponen ekosistem pertanian yang terlibat, dengan meningkatkan keanekaragaman hayati dan memanfaatkan bahan-bahan limbah organik. Peningkatan kaenekaragaman hayati merupakan hal penting dalam menanggulangi hama penyakit, pengurangan resiko, sedangkan pemanfaatan limbah organik perlu untuk menciptakan keseimbangan siklus energi (terutama unsur hara) yang berkelanjutan, serta untuk kepentingan konservasi tanah dan air.
Salah satu konsep penerapan pertanian terpadu yang dapat meningkatkan pendapatan usaha tani petani pada lahan sawah irigasi adalah konsep integrasi tanaman padi, perikanan dan peternakan (integrasi Padi, Ikan, Itik, Azolla dan Sapi), integrasi ini disamping mendatangkan pendapatan sampingan, penggabungan usaha tani terpadu yang berpijak pada pemanfaatan hubungan saling menguntungan antara satu sama lain ini (simbiosis mutualisme) juga memberikan dampak lingkungan yang positif bagi pertanian berkelanjutan. Hanya saja, mindazbesi ini baru bisa dilaksanakan pada sawah yang airnya lancar INTEGRASI TANAMAN PADI, IKAN, ITIK, AZOLLA DAN SAPI
Integrasi Padi, Ikan, Itik, Azolla dan Sapi di Kecamatan Lamuru
Menurut data Statistik 2007 kecamatan Lamuru merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten bone yang memiliki luas lahan untuk persawahan 2.272 Ha (pengairan PU sebanyak 534 Ha,Pengairan Non PU sebanyak 1.146 Ha danTadah Hujan 592 Ha) dan 18.528 Ha untuk lahan kering yang terdiri dari lahan perkebunan, tegalan, perkebunan, padang rumput dan hutan rakyat. Sementara untuk bidang peternakan pada tahun 2008 populasi ternak sapi sebanyak 3.476 Ekor dan itik sebanyak 2.594 ekor.
Pada umumya petani di kecamatan Lamuru melakukan Sistem pemeliharaan sapi di dengan cara dilepas di daerah persawahan atau di padang rumput, hanya sebagian kecil yang mengandangkan ternaknya. Cara tersebut tentu kurang menguntungkan karena kesehatan sapi kurang terjamin, pertumbuhan sapi terhambat dan kotoran sapi tercecer dimana-mana padahal kotoran sapi ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk padi sawah.
Berdasarkan luas lahan sawah yang diusahakan, potensi jerami padi di lahan sawah Kecamatan Lamuru cukup tinggi. Selama ini jerami padi dimanfaatkan untuk pakan ternak tetapi dalam jumlah yang masih sedikit, sebagian besar jerami padi hasil panen hanya dibakar. Menurut Anonim (2007) perbandingan antara bobot gabah yang dipanen dengan jerami (grain straw ratio) umumnya berkisar antara 0,3 – 1,2 atau umumnya perbandingan 2:3. Dari setiap hektar sawah mampu menghasilkan jerami padi 5–8 ton/ha/panen, tergantung pada varietas yang ditanam dan tingkat kesuburan tanaman.
Pada umumnya petani di kecamatan lamuru mengusahakan itik dan ikan hanya sebagai usaha sampingan, dan mereka umumnya tidak mengetahui peranan azolla yang terdapat pada lahan sawah mereka sebagai pakan ternak dan ikan.
Sistem pengelolaan dengan mengintegrasikan tanaman padi, itik, ikan, azolla dan sapi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi, meningkatkan pendapatan petani dari hasil samping pemeliharaan sapi,itik, dan ikan, menekan penggunaan pupuk anorganik dan pestisida anorganik, menyediakan pakan sapi dari limbah pertanian (jerami padi), menyediakan pakan ikan dan itik dari azolla, , menyediakan pupuk organik dari limbah sapi dan biogas untuk energi alternatif bagi petani
Pemeliharaan ternak, perikanan dan budidaya tanaman pertanian merupakan faktor yang saling menunjang dan terkait dalam pengelolaannya. Berdasarkan kondisi aktual yang terjadi saat ini, terlihat bahwa beberapa petani lahan sawah irigasi sebenarnya secara massive telah melakukan usaha ternak sekaligus bersama dengan usaha tani tanaman padinya dan perikanan. Tetapi sebagian petani belum memanfaatkan limbah yang dihasilkan pada kegiatan usaha taninya untuk menunjang baik kegiatan pertanian, peternakan ataupun perikanan yang dilakukan.
Penggabungan beberapa jenis komoditas dalam ekosistem sawah irigasi yang memiliki hubungan saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) ini tidak hanya memberikan keuntungan pada ekosistem itu sendiri namun juga keuntungan bagi petani yang mengusahakannya, yaitu : dapat meningkatkan pendapatan dan pemenuhan karbohidrat serta protein hewani. Dengan mengusahakan padi, sekaligus ikan, azolla, bebek dan itik ini tentu saja memberikan pendapatan yang lebih besar dibandingkan bila kita hanya mengusahakan satu komoditas saja.
Pengusahaan tanaman padi tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan semata namun juga untuk memenuhi kebutuhan pangan sebagai sumber karbohidrat. Sedangkan adanya ikan dan bebek ini secara langsung maupun tidak langsung akan menjadi sumber protein hewani.
Karena dengan adanya kotoran yang berasal dari bebek sapi serta ikan menjadi pupuk organik yang selain dibutuhkan tanaman padi juga dapat memperbaiki sifat fisik maupun kimia tanahnya. Kotoran yang dihasilkan oleh bebek maupun sapi dapat dimanfaatkan sebagai media makanan untuk menumbuhkan mikroorganisme yang menjadi makanan alami ikan. Sedangkan perilaku bebek dan ikan yang suka mengaduk-aduk tanah dalam mencari makanan dapat menyebabkan struktur tanah sawah menjadi lebih baik.
Tidak semua lokasi bisa menerapkan usaha integrasi ini karena selain memerlukan penanganan lebih intensif juga harus memenuhi beberapa kondisi tertentu. Karena dalam penanaman padi ini juga mengikut sertakan ternak ikan, maka sistem penanamannya pun harus memberikan keleluasan bagi ikan maupun pertumbuhan azolla itu sendiri. Jadi, dalam hal ini budidaya minapadi-azolla sangat dianjurkan menggunakan cara tanam sistem legowo.
Teknologi legowo merupakan rekayasa teknik tanam dengan mengatur jarak anam antar rumpun dan antar barisan sehingga terjadi pemadatan rumpun padi dalam barisan dan melebar jarak antar barisan sehingga seolah-olah rumpun padi berada dibarisan pinggir dari pertanaman yang memperoleh manfaat sebagai tanaman pinggir border effect). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumpun padi yang berada di barisan pinggir hasilnya 1,5 – 2 kali lipat lebih tinggi dibandingkan produksi rumpun padi yang berada di bagian dalam (Anonim, 2007).

Cara tanam legowo ini tidak lain adalah merupakan upaya rekayasa ruang tumbuh menjadi barisan tanaman pinggir yang diharapkan dapat meningkatkan produksi padi. Adanya ruang antar baris tanaman yang lebih lebar tentu saja memberikan perkembangan ikan dan tanaman azolla tumbuh secara baik. Selain untuk tujuan tersebut, penggunaan cara legowo akan mempermudah bagi kita dalam pemeliharaan ikan, azolla serta tanaman padi itu sendiri.
Azola adalah sejenis tumbuhan paku air biasa ditemukan di perairan tenang seperti danau, kolam, sungai, dan pesawahan. Para petani biasanya menganggap azola sebagai gulma atau limbah pertanian. Azola termasuk ordo Salviniales, famili Azollaceae, dan terdiri atas enam spesies, yaitu : A. filiculoides, A. caroliana, A. mexicua, a. microphylla, A. pinnata, dan A. nilotica. Spesies yang banyak di Indonesia terutama di pulau Jawa adalah A. pinnata, dan biasa tumbuh bersama-sama padi. Azola dapat digunakan sebagai salah satu sumber protein nabati penyusun ransum ikan dan itik, karena mengandung protein yang cukup tinggi. Azola mengandung protein kasar 24-30%, kalsium 0,4-1%, fosfor 2-4,5%, lemak 3-3,3%, serat kasar 9,1-12,7%, pati 6,5%, dan tidak mengandung senyawa beracun (Lumpkin dan Plucknett,1982 dalam Haetami, 2002).
Tanaman Azolla Sp. memang sudah tidak diragukan lagi konstribusinya dalam mempengaruhi peningkatan tanaman padi. Azolla bisa mampu menambatkan N2-udara karena berasosiasi dengan sianobakteri (Anabaena azollae) yang hidup di dalam rongga daunnya. Asosiasi Azolla-Anabaena memanfaatkan energi yang berasal dari fotosintesis untuk mengikat N2-udara. Dimana kemampuan mengikat N berkisar antara 400 – 500 kg N/ha/th. Azolla relatif tahan pada kondisi asam, sehingga untuk mengembangkannya tidak memerlukan perlakuan tertentu (Sutanto, 2002).
Pemanfaatan azolla sebagai pupuk pengganti urea memang memungkinkan. Pasalnya, bila dihitung dari berat keringnya dalam bentuk kompos (azolla kering) mengandung unsur Nitrogen (N) 3 – 5 persen, Phosphor (P) 0,5 – 0,9 persen dan Kalium (K) 2 – 4,5 persen. Sedangkan hara mikronya berupa Calsium (Ca) 0,4 – 1 persen, Magnesium (Mg) 0,5 – 0,6 persen, Ferum (Fe) 0,06 – 0,26 persen dan Mangaan (Mn) 0,11 – 0,16 persen. Berdasarkan komposisi kimia tersebut, bila digunakan untuk pupuk mempertahankan kesuburan tanah, setiap hektar areal memerlukan azolla sejumlah 20 ton dalam bentuk segar, atau 6-7 ton berupa kompos (kadar air 15 persen) atau sekitar 1 ton dalam keadaan kering. Bila azolla diberikan secara rutin setiap musim tanam, maka suatu saat tanah itu tidak memerlukan pupuk buatan lagi. Hal itu dimungkinkan, karena pada penebaran pertama 1/4 bagian unsur yang dikandung azolla langsung dimanfaatkan oleh tanah. Seperempat bagian ini, setara dengan 65 Kg pupuk Urea. Pada musim tanam ke-2 dan ke-3, azolla mensubstitusikan 1/4 – 1/3 dosis pemupukan. Dibanding pupuk buatan, azolla memang lebih ramah lingkungan. Cara kerjanya juga istimewa, karena azolla mampu mengikat Nitrogen langsung dari udara (Anonim, 2008).
Keunggulan lain dari tanaman azolla ialah mampu menekan gulma air yang lain, sehingga dapat menghemat biaya penyiangan dan penggunaan herbisida. Azolla yang ditanam bersama-sama padi merupaka salah satu kelebihan, karena tidak diperlukan tambahan waktu untuk memproduksi biomassa.
Selain sebagai pupuk hayati dan pengendali gulma air penggunaan azolla ini kini lebih banyak dimanfaatkan untuk budidaya perikanan. Dengan adanya pengintegrasian padi, ikan, itik, azolla dan sapi selain menjadikannya sebagai pakan perikanan juga konstribusi dapat digunakan untuk peningkatan produksi padi.
Terlibatnya itik dalam integrasi ini selain memberikan tambahan keuntungan juga memberi keuntungan lain berupa adanya tambahan pupuk dari kotoran itik, meningkatkan kadar oksigen dalam tanah, dan meminimalkan gangguan gulma dan hama (serangga, siput, keong mas) karena dimakan oleh itik. Pakan untuk itik juga dapat dikurangi karena mendapat pakan tambahan dari organismepengganggu tumbuhan seperti gulma, serangga, siput, dan keong mas dari sawah.
Kehadiran ternak sapi dalam sistem usahatani padi merupakan komponen usaha yang bersifat saling melengkapi dan memberikan manfaat yang cukup besar kepada petani, disamping itu juga dapat mendorong petani untuk mengelola usahataninya secara optimal.Kotoran ternak sapi merupakan pupuk organik yang baik bagi tanah, jika kualitas pakan baik maka kualitas kotoran pun akan baik. Selain untuk pupuk organik kotoran ternak sapi juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas.
Feses yang dihasilkan oleh ternak sapi dapat memberikan manfaat positif pada ekosistem sawah. Kadar unsur hara yang terdapat dalam kotoran ternak berbeda-beda tergantung jenis makanannya. Komposisi unsur hara dari kotoran sapi yang berupa kotoran padat mengandung : 0,4 % Nitrogen, 0,2 % Fosfor, 0,10% Kalium dan 85% air. Untuk kotoran cair (urine) mengandung : 1% Nitrogen, 0,5% Fosfor, 1,5% Kalium dan 92% Air (Lingga & Marsono, 2007).
Limbah yang dihasilkan dari kegiatan budidaya tanaman padi sawah berupa jerami selain dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik tanah juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi. Walaupun karakteristik jerami ditandai dengan rendahnya kandungan nitrogen, kalsium, dan fosfor, sedangkan kandungan serat kasarnya termasuk tinggi sehingga dapat mengakibatkan daya cerna rendah dan konsumsinya menjadi terbatas tetapi hal ini dapat dipecahkan jika jerami ingin dijadikan pakan bagi ternak sapi yang bermutu maka terlebih dahulu perlu ditambahkan urea dan tetes (molasses) dimana proses ini biasa disebut amoniasi jerami. Urea dapat digunakan untuk memperbaiki kandungan nitrogen jerami padi yang sekaligus pula mampu meningkatkan konsumsi dan daya cernanya.
Pengaturan air pengairan pada budidaya tanaman padi sawah merupakan faktor penting sehingga perlu mendapat perhatian yang serius. Teknik pengaturan air sebagai berikut :
• Pengaturan air macak-macak dilakukan pada saat tanam sampai 3-4 HST. Genangan air yang berlebihan pada awal pertumbuhan akan menghambat pertubuhan tunas padi. Tinggi air cukup 3-5 cm dari permukaan tanah.
• Pengaturan air macak-macak juga dilakukan pada saat aplikasi pupuk susulan pertama dan kedua, agar penyerapan pupuk oleh tanaman lebih efektif.
• Setelah 10-15 HST (sesudah penyiangan dan pemupukan susulan pertama) air dimasukkan mengikuti pertumbuhan tanaman.
• Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang saringan untuk mencegah keluar ikan.

Oleh: fkthldeptankabbone | Februari 6, 2010

Check out my Slide Show!

Oleh: fkthldeptankabbone | Februari 4, 2010

sepatah kata tentang THL….

Thl TB PP DEptan…….ini ni salah satu kegiatannya menyuluh dari sawah ke sawah dan dari kebun ke kebun

Oleh: fkthldeptankabbone | Februari 4, 2010

kabupaten bone dari aspek geografi

a. Letak Wilayah
Kabupaten Bone sebagai salah satu daerah yang berada dipesisir Timur Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis dalam perdagangan barang dan jasa di Kawasan Timur Indonesia, yang secara administratif terdiri dari 27 Kecamatan, 333 Desa dan 39 Kelurahan, yang letaknya 174 km kearah timur Kota Makassar, berada pada posisi 4° 13’- 506’ Lintang Selatan dan antara 119° 42’-120° 30’ Bujur Timur.

b. Luas
Luas wilayah Kabupaten Bone 4.559 km2 dengan rincian lahan sebagai berikut :
– Persawahan : 88.449 Ha
– Tegalan/Ladang : 120.524 Ha
– Tambak/Empang : 11.148 Ha
– Perkebunan Negara/Swasta : 43.052,97 Ha
– Rutan : 145.073 Ha
– Padang rumput dan lainnya : 10.503,48 Ha

c. Batas Wilayah
– Sebelah Utara berbatasan Kabupaten Wajo, Soppeng
– Sebelah Selatan berbatasan Kabupaten Sinjai,Gowa
– Sebelah Timur berbatasan Teluk Bone
– Sebelah Barat berbatasan Kabupaten Maros, Pangkep, Barru

d. Demografi
Jumlah penduduk 655.091 jiwa terdiri dari : pria 308.433 jiwa dan wanita 346.658 jiwa dengan kepadatan rata-rata 140 jiwa/km2

e. Iklim
Wialayah Kabupaten Bone termasuk daerah beriklim sedang. Kelembaban udara berkisar antara 95% -99% dengan tempratur berkisar 260C – 340%. Pada periode April – September, bertiup angin timur yang membawa hujan. Sebaliknya pada bulan Oktober-Maret bertiup Angin Barat, saat dimana mengalami musim kemarau di Kabupaten Bone.

Selain kedua wilayah yang terkait dengan iklim tersebut, terdapat juga wilayah peralihan, yaitu: Kecamatan Bontocani dan kecamatan Libureng yang sebagian mengikuti wilayah barat dan sebagian lagi wilayah timur. Rata-rata curah hujan tahunan diwilayah Bone bervariasi, yaitu: rata-rata < 1.750 mm; 1750 – 2000 mm; 2000 – 2500 mm dan 2500 – 3000 mm.

Pada wilayah Kabupatan Bone terdapat juga pengunungan dan pembuktian yangdari celah-celah terdapat aliran sungai. Disekitanya terdapat lembah yang cukup dalam. Kondisi sebagai yang berair pada musim hujan kurang lebih 90 buah. Namun pada musim kemarau sebagian mengalami kekeringan, kecuali sungai yang cukup besar, seperti sungai walenae, Cenrana, Palakka, Jaling, Bulu-bulu, Salomekko, Tobunne dan Sebagai Lekoballo.

Oleh: fkthldeptankabbone | Februari 4, 2010

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori