Oleh: fkthldeptankabbone | Februari 19, 2010

azolla sebagai pupuk organik alternatif

Unsur hara atau nutrien tanaman, merupakan unsur-unsur kimia yang berbentuk ion, molekul, senyawa atau larutan. Secara alami, unsur-unsur hara tersebut terdapat dan tersedia di dalam tanah dan diserap oleh tanaman melalui akarnya dalam bentuk ion atau larutan. Namun, ada beberapa unsur hara dapat juga diberikan dan diserap tanaman lewat daunnya. Kekurangan unsur hara tersebut mudah diperbaiki dengan cara pemupukan.
Pemupukan bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah jika diberikan secara proporsional dan jika diberikan tidak proporsional maka akan menyebabkan terjadinya degradasi lahan pertanian. Di indonesia setelah revolusi hijau kebanyakan petani menyukai menggunakan pupuk buatan sehingga membuat mereka ketergantungn terhaadap pupuk buatan/anorganik, sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian, ketika terjadi kelangkaan pupuk dan harga pupuk naik karena subsidi pupuk dicabut
Untuk tetap mempertahankan pertanian tetap berkelanjutan maka pupuk hayati dan pupuk organik merupakan solusi yang tepat untuk mensubtitusi pupuk anorganik.
Azolla merupakan sumber bahan organik alternatif yang bisa digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan produksi tanaman padi atau dengan kata lain azolla dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber N alternatif untuk padi sawah. Dimana Pupuk organik azolla tidak seluruhnya habis diserap tanaman dalam suatu periode tanam, denan demikian residu kompos azolla masih bermanfaat bagi tanaman beikutnya Azolla merupakan jenis tumbuhan paku air yang mengapung banyak terdapat di perairan yang tergenang terutama di sawah-sawah dan di kolam, mempunyai permukaan daun yang lunak mudah berkembang dengan cepat dan hidup bersimbosis dengan Anabaena azollae yang dapat memfiksasi Nitrogen (N2) dari udara.

Pada kondisi optimal Azolla akan tumbuh baik dengan laju pertumbuhan 35% tiap hari Nilai nutrisi Azolla mengandung kadar protein tinggi antara 24-30%. Kandungan asam amino essensialnya, terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat jagung, dedak, dan beras pecah (Arifin, 1996) dalam Akrimin 2002.
Tanaman Azolla Sp. memang sudah tidak diragukan lagi konstribusinya dalam mempengaruhi peningkatan tanaman padi. Hal ini telah dibuktikan dibeberpa tempat dan beberapa negara. Konstribusi terbesar azolla adalah dengan menjaga hasil panen tetap tinggi. Meskipun penggunaannya sebagai pupuk hijau pada tanaman padi masih dilakukan di China dan Vietnam, dengan adanya peningkatan biaya tenaga kerja , membuatnya kurang diminati.
Adapun Kegunaan azolla adalah:
~Sumber N dapat mengganti pupuk urea sampai 100 kg
~Pakan ternak/hijauan, pakan ikan, terutama ayam dan itik
~Menekan pertumbuhan gulma
~Tanaman hias
~Kontrol terhadap perkembangan nyamuk

Azolla mempunyai beberapa spesies, antara lain Azolla caroliniana, Azolla filiculoides, Azolla mexicana, Azolla microphylla, Azolla nilotica, Azolla pinnata var. pinnata, Azolla pinnata var. imbricata, Azolla rubra.
suatu penelitian internasional di mana Indonesia (Batan) ikut terlibat yang diseponsori oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA-Wina) menggunakan 15N menunjukkan bahwa Azolla yang bersimbiosis dengan Anabaena azollae dapat memfiksasi N2-udara dari 70 – 90%. N2-fiksasi yang terakumulasi ini yang dapat digunakan sebagai sumber N bagi padi sawah.
Lapisan Azolla di atas permukaan lahan sawah dapat menghemat penggunaan urea sebesar 50 kg urea/ha, kadangkala bila musim sangat baik Azolla dapat menghemat sampai dengan 100 kg urea/ha.
Perbanyaka azolla bisa dilakuka secara vegetatif dan generatif. Salah satu Perbanyakan azolla adalah dgn cara disebar sebanyak 200kg/ha bibit azolla pada sawah sebelum pengolahan tanah dan kondisi lahan telah tergenang air. Aetelah 25 hari akan diperoleh azolla sebanyak 20 ton/ha dengan kandungan 40 kg N/ha.azolla dibenamkan ke dalam tanah sewaktu pengolahan tanah.
Adapun Cara Menggunakan Azolla pada lahan persawahan :
1. Tebar Azolla bersamaan atau 1 minggu sebelum padi di bibit
2. Setelah lapangan penuh dengan Azolla, lahan dibajak agar Azolla terbenam
3. Selanjutnya dilakukan penaman padi dan Azolla yang tidak terbenam dibiarkan tumbuh.
Selain dalam bentuk segar, azolla bisa juga dalam bentuk kering dan kompos. Dalam bentuk kompos ini, azolla juga baik untuk media tanam aneka jenis tanaman hias mulai dari bonsai, suplir, kaktus sampai mawar. Untuk media tanaman hias, selain digunakan secara langsung, kompos azolla ini juga bisa dengan pasir dan tanah kebun dengan perbandingan 3 : 1 : 1.
Untuk membuat kompos azolla, caranya cukup mudah. Buat saja lubang ukuran (P x L x D) 3 x 2 x 2 meter. Kemudian azolla segar dimasukkan ke dalam lubang. Seminggu kemudian azolla dibongkar. Untuk mengurangi kadar air menjadi 15 persen, azolla yang sudah terfermentasi tersebut lantas dijemur. Setelah agak kering, baru dikemas dalam kantong plastik atau langsung digunakan sebagai media tanam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: